Jumat, 05 Agustus 2011

Manager PT.SUKANDA DJAYA suka mendiskriminasi karyawannya


Binjai ONYA TV
Pt.sukanda djaya bergerak dibidang distributor frozen food yang besar dikota medan dan sumut khususnya.sangking pesatnya perkembangan perusahaan menejemen suka melupakan hak dan kewajibannya.
Hak perusahaan pada karyawannya adalah karyawan sangup mentaati peraturan yang dijalankan oleh manegemen.kewajiban perusahaan pada karyawannya memberi upah yang sesuai oleh ketentuan yang berlaku dari pemerintah.mulai dari gaji dan uang lembur yang harus dibayarkan sesuai aturan yang ada.joni salim sebagai branch manager pt.sukanda djaya medan suka melupakan aturan perusahaan yang dibuat.mulai dari kebijaksanaan yang sengaja mencari kesalahan karyawan yang tidak disukainya agar mengundurkan diri secara terpaksa.contohnya saja pada bulan agustus 2011 ini ada tiga karyawan yang secara langsung disuruh mengundurkan diri.ketiga karyawan ini tidak mendapatkan pesangon karena disuruh mengundurkan diri.
1.Rahma dewi
2.fadli afif
3.Ilyasa hunain
Alansan dari bapak joni salim ini dilakukan berdasarkan keputusan perusahaan yang berlaku.tetapi kalau ditinjau ini namanya saja mengkebiri hak karyawan untuk mendapatkan THR atau pesangon yang layak.apalagi dilakukan pada bulan puasa yang sangat dekat dengan hari raya aidul fitri tahun ini.dimana hati nuraninya sebagai manusia yang mempunyai perasaan sebagai orang timur .belum lagi bapak joni salim sering mendriskiminasi hak karyawan yang mempunyai hak yang sama sebagai manusia yang bebas,tidak membedakan orang pribumi dan orang keturunan tiongha.manager sering membedakan karena orang pribumi tidak mempunyai SDM yang bagus tetapi orang keturunan tiongha mampu menjalankan perintahnya itu imbuhnya.
Joni salim sebagai manager sering sekali kalau berbicara didepan karyawannya ingin mengganti semua karyawannya menjadi tomingse(orang tiongha).sudah jelas sekali dia tidak suka dengan orang pribumi.padahal selama ini perusahaan yang sudah berdiri dari tahun 1996 ini dijalankan oleh orang-orang pribumi yang dengan semangat dan giat untuk memajukan perusahan agar tumbuh dan maju dengan pesat.kalau kita lihat saja karyawan yang masih mengapdi pada perusahaan ini ada beberapa nama orang lama.nama tsb adalah ardinan,syafriani,darmanto,budi yatin,susi,bambang sulakso,jesayas saragih,ana,roma sumihar dan masih banyak lagi nama-nama orang pribumi yang masih mau mengapdi diperusahan ini.tetapi kami mendapatkan berita selentingan yang keluar dari salah satu audit dari pusat yang bernama irwan orang tiongha,bahwasanya orang-orang lama akan dihapuskan dan diintimidasi agar keluar dari perusahan.ini dilakukan agar karyawan tersebut tidak betah bekerja dan tidak lagi merasa nyaman untuk melakukan tugas-tugasnya.kami berharap dari dinas tenaga kerja dapat membantu keluhan karyawan ini dan dapat memberi teguran agar tidak terjadi lagi kasus seperti ini.dan dengan kedatangan audit dari pusat untuk memata-matai karyawan yang tidak disukai lagi alas an menejemen sangat tidak logis.kedatangan tim audit dari dengantanggal tanggal 8 juli 2011 sampai 4 agustus 2011 ini sudah memakan korban,dua dari karyawan diatas mengundurkan diri secara terpaksa.belum lagi kelakuan bapak joni salim dengan tim audit yang dikepalai oleh bapak irwan beserta rolla,riko dan widi ini menyekap karyawan pada tanggal 1agustus sampai jam Sembilan malam.dikarenakan ada sangkutan yang harus diselesaikan hari dan pada malam tersebut.padahal hari tersebut bertepatan dengan puasa hari pertama dimana karyawan tersebut tidak bisa berbuka puasa bersama dengan keluarga.ini di alami oleh karyawan yang bernama darmanto.dia tidak dapat menjalankan aktifitas seperti biasa.dan bapak joni salim dengan bapak irwan berkata kalau tidak bisa diselesaikan mala mini kamu tidak boleh pulang.padahal karyawan tersebut sudah memohon agar diberikan keluasan untuk menyelesaikan masalah ini.tetapi bapak joni salim dan bapak irwan meminta jaminan berupa satu unit sepeda motor sujuki beserta buku hitam dan STNK ditambah lagi oleh Ijasah asli baru bisa pulang.kalau kita lihat ini sangat ganjil dan bertentangan dengan hokum yang berlaku di Negara ini.jadi kami sangat mengharapkan campur tangan oleh pihak yang terkait.(Darmanto)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar